Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan empat desa di Kabupaten Donggala terdampak banjir dan tanah longsor akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, menjelaskan bahwa banjir melanda Desa Tonggolobibi di Kecamatan Sojol serta Desa Rerang di Kecamatan Dampelas. Selain itu, tanah longsor terjadi di Desa Lende Tovea Sirenja dan Desa Sabang di Kecamatan Dampelas.
“Banjir di Tonggolobibi dan Rerang dipicu hujan deras yang membuat sungai meluap. Debit air meningkat, tanggul bendungan jebol, dan air masuk ke persawahan serta permukiman warga hingga mencapai ketinggian sekitar satu meter,” ujar Akris di Palu, Rabu, 10 Desember 2025, dikutip dari Antara.
Akris mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas umum di kedua desa tersebut mengalami kerusakan, antara lain tanggul, saluran drainase, satu jembatan gantung, bangunan SDN 10 Sojol, serta beberapa rumah warga. Area persawahan seluas 1.350 hektare pun ikut terdampak, termasuk akses jalan menuju lahan pertanian dan saluran pengairan yang rusak akibat banjir dan longsor. “Kebutuhan utama saat ini meliputi normalisasi sungai, perbaikan tanggul, saluran air, jembatan, serta bantuan bibit dan pupuk,” jelasnya.
Sementara itu, banjir rob di Desa Lende Tovea Sirenja membuat kantor desa dan bangunan SDN 3 Sirenja terendam air. Di Desa Sabang, Dampelas, longsor terjadi di tepi sungai karena tingginya debit air yang menggerus struktur tanah di sekitarnya.
“Sebanyak 10 rumah warga serta satu bangunan majelis taklim turut terdampak longsor tersebut,” tambah Akris.
Sumber : okezone88.id








