Liga335 — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Jumat (12/12/2025) untuk meninjau langsung dampak dan penanganan banjir yang melanda wilayah tersebut. Kunjungan ini bertujuan memastikan respons bencana berlangsung secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Turun Langsung ke Lokasi Bencana
Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, didampingi oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Turut hadir dalam rombongan antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prabowo secara langsung meninjau posko pengungsian yang menampung korban terdampak. Ia melihat kondisi pengungsi, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan, serta menyapa masyarakat dan anak-anak yang berada di dalam tenda. Presiden tampak berinteraksi hangat dengan memberikan pelukan dan perhatian kepada anak-anak pengungsi, serta berbincang dengan seorang ibu yang menjadi korban banjir.
Meninjau Kerusakan Infrastruktur
Setelah dari posko pengungsian, Presiden melanjutkan peninjauan ke Jembatan Tamiang yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Inspeksi ini penting untuk menilai kerusakan infrastruktur dan merencanakan perbaikan segera.
Komitmen Rutin Mendatangi Daerah Terdampak
Kunjungan ke Aceh Tamiang merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Presiden Prabowo ke sejumlah daerah di Sumatra yang terdampak banjir dan tanah longsor. Sebelumnya, pada 1 Desember 2025, ia telah mengunjungi Kutacane di Aceh Tenggara, serta daerah terdampak di Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Pada 7 Desember 2025, Presiden juga telah meninjau Kabupaten Bireuen, Aceh.
Prabowo menegaskan komitmennya untuk rutin turun ke lapangan. “Saya akan terus memantau. Mungkin setiap beberapa hari, saya akan datang terus ke semua daerah. Saya bukannya hanya mau memberi dukungan moril, saya ingin tahu dan mendengar langsung apa yang dibutuhkan,” ujarnya dalam suatu kesempatan.
Mempercepat Pengambilan Keputusan
Menurut Presiden, kehadiran langsung di lokasi bencana memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat untuk mempercepat penanganan dan pemulihan. Ia berencana menggelar rapat terbatas (ratas) di daerah-daerah terdampak untuk efisiensi waktu. “Sehingga bisa ada keputusan cepat. Jadi mungkin ratas-ratas kita nanti di daerah-daerah,” jelasnya.
Prioritas Bantuan dan Pemberdayaan Industri
Dalam penanganan darurat, Prabowo menekankan prioritas pada penyaluran bantuan obat-obatan dan pakaian bagi korban. “Obat-obatan harus segera, prioritas. Segala kebutuhan bisa segera saja ya. Obat-obatan itu, kemudian pakaian,” tuturnya.
Lebih jauh, Presiden mengusulkan agar pemenuhan kebutuhan pakaian bagi korban dapat menjadi program khusus yang sekaligus memberdayakan industri dalam negeri. “Bikin proyek khusus pakaian ini dikirim ke daerah-daerah, dihitung. Ini juga bisa mendorong (boost) untuk industri garmen kita, industri tekstil kita,” pungkas Prabowo.






