pttogel — Sebagai upaya mendorong kemandirian dan membuka lapangan kerja baru, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq Amanah Banyumanik menyelenggarakan Workshop Baking Pizza dan Wingko Singkong. Kegiatan bertajuk ‘Berkah Melimpah Inovasi Komoditas Lokal’ ini diikuti oleh 50 peserta dari kalangan ibu-ibu.
Acara berlangsung di Balai Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu, 11 Januari 2026. Workshop ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis dalam mengolah makanan yang memiliki nilai jual tinggi.
Fokus pada Pemberdayaan Berkelanjutan
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa yayasan yang telah berdiri selama 11 tahun ini berkomitmen pada pemberdayaan tiga kelompok utama: difabel, anak muda, dan perempuan. Salah satu program unggulannya adalah ‘Perempuan Berdaya’ yang dijalankan secara berkelanjutan di berbagai daerah.
“Melalui pelatihan seperti hari ini, kami mengajarkan keterampilan tata boga agar ibu-ibu mengenal produk makanan baru yang memiliki nilai jual,” ujar Sandiaga Uno. Ia menambahkan bahwa harapannya, keterampilan ini tidak hanya sekadar pengetahuan, tetapi dapat mendorong kemandirian ekonomi. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran dan berjualan yang efektif.
Dukungan Lengkap Hingga Tahap Awal Usaha
Sandiaga memaparkan bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti pada pelatihan semata. Para peserta akan mendapatkan pendampingan dan permodalan awal berupa bantuan bahan baku selama satu bulan ke depan. “Tujuannya supaya bisa benar-benar langsung buka usaha dan berdaya,” jelasnya. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kendala modal awal dan memberikan kepercayaan diri bagi para calon wirausaha baru.
Sinergi untuk Tingkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan
Di sisi lain, perwakilan Bank Infaq Amanah Banyumanik, Ahmad Zaenuddin, menyatakan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian sekaligus menambah pengetahuan dan wawasan bagi para ‘Sahabat Infak’.
“Tujuannya agar mampu mengembangkan potensi diri dan membangun usaha yang berkelanjutan,” terang Ahmad. Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi, baik dari sisi keterampilan teknis maupun pemahaman berwirausaha, diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan kesejahteraan jangka panjang.
Inisiatif semacam ini sejalan dengan semangat banyak pelaku usaha mikro di Indonesia. Seperti halnya ketekunan seorang ibu di Yogyakarta yang berhasil merintis dan mengembangkan usaha herbalnya, menunjukkan bahwa dengan dukungan dan keterampilan yang tepat, potensi lokal dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang tangible.





